Gejala dan cara mengobati darah kental

 

Darah kental atau nama lain dari trombofilia dan bisa disebut dengan hiperkoagulasi adalah sejenis penyakit pembekuan darah. Penderita lebih mudah mengalami pembekuan darah yang dinamakan trombosis. Penderita dapat mengalami trombosis karena faktor keturunan. Terkadang penyakit tersebut dapat berakibat memiliki kondisi yang cukup serius dan dapat mengancam nyawa pada penderita. Tidak ada kejelasan mengenai penyakit trombofilia ini. Adanya keadaan dapat ditemukan di semua usia dan jenis kelamin, penyebabnya ada beragam dan akan sulit di temukan. Adanya penyakit ini timbul  menjadi pemicu untuk jenis penyakit lainnya, yang kemungkinan menjadi sebab karena penyakit bawaan dari anggota keluarga yang mempunyai darah menggumpal sejak awal.

Darah kental umumnya tidak dapat menimbulkan gejala. Pada dasarnya gejala akan muncul apabila darah menggumpal dan sudah menyumbat aliran darah. Adanya gumpalan terjadi di mana saja tergantung organ mana yang darahnya menggumpal. Adanya penggumpal menurut tempat menggumpalnya darah, antara lain:

  1. Pada lengan atau kaki, Darah kental terjadi pada lengan atau kaki, yang bisa diketahui dengan gejala adanya pembengkakan, nyeri, perubahan warna kulit, dan tarasa hangat atau kesemutan di antara anggota gerak tubuh tertentu.
  2. Jantung dan paru-paru, pada darah karah kental dalat memberikan penyebab adanya gumpalan darah pada jantung yang dapat menyebabkan penyakit bagian jantung. Gejalanya dapat dirasakan dengan nyeri bagian dada hingga nyeri berat yang dapat menyebar ke bagian lengan maupun leher, sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, dan bahkan pingsan. Jantung merupakan organ yang paling penting pada setiap detakannya dapat memberikan energi positif dan apabila ada kerusakan dengan jantung itu merupakan penyakit serius yang harus lekas di tangani. Pada darah kental di bagian paru-paru dapat memberikan penyebab dari gejala berupa nyeri bagian dada, batuk-batuk, berkeringat, kesulitan bernapas, pusing, pingsan, dan bahkan denyut nadi cepat. Karena jantung akan memicu semua organ penting yang di berikan pengaruh baik dalam kondisi apapun adapun celah kerusakan akan berakibat fatal dan dalat mengganggu aktifitas lain dalam keseharian.
  3. Pada saluran pencernaan, apabila terjadi penyumbatan pada saluran pencernaan, gejala dapat diketahui yakni dengan tanda nyeri pada bagian perut parah, diare, perut mudah kembung, muntah, dan darah bercampur pada tinja. Darah kental mempengaruhi gangguan pencernaan akan memberikan penggumpalan darah bisa memberikan dampak buruk untuk selanjutnya apabila tidak segera ditangani.
  4. Pada ginjal, apabila penggumpalan terjadi di bagian ginjal, maka gejalanya yang dapat terjadi, meliputi: demam, mual dan muntah, sesak napas, terdapat darah pada urine, nyeri di bagian pinggang atau punggung, serta adanya pembengkakan di kaki. Kemungkinan pada kondisi tertentu organ lain dapat memberikan sinyal agar diperhatikan dengan beberapa tanda yang muncul diakibatkan penggumpalan pada darah.
  5. Pada otak, adanya penggumpalan darah kental pada otak dapat mengakibatkan di bagian otak tergamggu. Dampak yang terjadi apabila kerusakan pada otak akan adanya stroke, seperti fungsi otak mulai melemah bahkan pada jaringan tubuh akan lumpuh bagian salah satu sisi, merasa pusing, kebingungan, sakit kepala, kesulitan saat menelan atau bicara, dan bahkan terjadi kejang. Kemungkinan terburuk pada otak yang darahnya menggumpal dapat menyebabkan beberapa kasus yang memberikan dampak buruk. Kemudian dalam hal ini jika terus terjadi maka datanglah menemui dokter untuk konsultasi dan lebih cepat di tangani akan lebih baik agar mengurangi tingkat kelumpuhan pada tubuh.
READ  WASPADA GEJALA KANKER PAYUDARA - PENYAKIT PENGGEROGOT TUBUH

Pengobatan

Doter akan memberikan obat dengan zat antikoagulan. Terapi obat dengan heparin dan warfarin, apabila dapat terbukti bahwa trombosis  karena lupus eritematosa, maka yang akan diobati yakni penyakit utamanya. Pada kondisi hyperhomocysteinemia, akan diberikan vitamin seperti asam folat, B6, B12. Untuk memperoleh diagnosis, penyakit ini terjadi pada mereka yang berusia kurang dari 50 tahun. Pada saat pembekuan darah terjadi secara berulang kali dan tidak ada sebab yang jelas, adanya Darah kental pada lokasi yang berbeda ataupun tidak biasa, pada ibu hamil kemungkinan  setelah kehamilan serta dapat mengalami keguguran.  Adanya tes akan dilakukan untuk daoat menghilangkan kelainan genetik (faktor keturunan). Diadakannya tes darah yang dilakukan untuk menentukan faktor Leiden V, protein C, protein S, dan lupus antikoagulan pada tubuh. Metode ini dalat memberikan gambaran yang dapat digunakan untuk menemukan lokasi pembekuan darah agar lekas ditangani.

READ  Pengertian dan pencegahan pada darah kental

 

Referensi :

alodokter.com

halodoc.com

hellosehat.com

 

Referensi gambar:

kompasiana.com