Ketahui kapan sang bayi sanggup menerima makanan pendamping asi

Makanan yang memiliki kandungan karbohidrat adalah saran terbaik dari WHO untuk dijadikan makanan pendamping asi, protein, lemak, serta vitamin dan mineral yang proporsional. Hal tersebut penting bagi bayi yang sedang mengalami masa pertumbuhan. Selain itu, untuk meminimalkan risiko terkontaminasi bakteri dan kotoran. pastikan pengolahan dan penyajian makanan dilakukan secara higienis. Akan tetapi selama enam bulan masa hidupnya, Si Kecil selalu diberikan asi atau susu formula. Wajar jika kemudian sibayi menolak makanan selain yang biasa mereka makan. Saat bayi menolak atau tidak tertarik dengan makanan yang diberikan, kita sebagai orang tua tidak perlu khawatir dengan penolakan seperti itu, karena lambat laun sang bayi akan dengan mudah beradaptasi hingga akhirnya penolakan tersebut tidak terulang. Dalam hal ini kesabaran orang tua begitu penting, mengingat ini merupakan masa transisi dari ASI secara eksklusif menuju makanan padat. Masa peralihan ini merupakan waktu yang sangat rentan. Jika masa ini tidak bisa dilalui dengan mulus, maka bayi tersebut bisa mengalami kekurangan gizi. Memberikan makanan pendamping ASI merupakan salah satu kunci pendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Oleh karena itu, orang tua perlu menyiapkan makanan tersebut sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan Si Kecil. Jika sudah mencoba berikan berbagai jenis makanan namun Si Kecil tetap tidak mau makan, atau jika mengalami kesulitan menentukan makanan pendamping ASI yang tepat, kita bisa segera lakukan konsultasi pada dokter anak.[1]

READ  Pengertian dan pencegahan pada darah kental

“dilansir dari laman Doktersehat” Ada beberapa jenis makanan yang disarankan untuk sang bayi. Karena tidak semua jenis bahan makanan cocok dan bisa dipakai untuk membuat resep makanan pendamping asi 6 bulan. Beberapa bahan makanan dari jenis karbohidrat yang cocok digunakan pada resep MPASI 6 bulan, yaitu tepung maizena, tepung beras merah, tepung beras putih, dan tepung arrowroot. Bahan makanan dari jenis protein yang digunakan sebaiknya baru ASI atau sufor saja (pilih sufor yang sesuai dengan usia bayi). labu kuning, bit, bayam, wortel, tomat, brokoli, labu kuning, dan  kacang polong termasuk juga jenis sayuran yang cocok untuk sang bayi 6 bulan. Buah-buahan yang bisa dipakai sebagai bahan pure buah, yaitu alpukat, melon, pisang, jeruk bayi, pepaya, apel manis, pir, mangga, anggur manis,dan  jambu biji merah.

READ  Pencegahan dari infeksi cytomegalovirus

“Dilansir dari laman Hellosehat” Tanpa kita sadari ternyata sang bayi akan mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapannya untuk diberikan makanan pertama di usia 6 bulan. Bisa kita lihat dari kemampuannya yang dapat  menahan kepalanya sendiri, tertarik dengan berbagai macam makanan, bahkan hingga sikapnya yang berusaha untuk meraih makanan di depannya. Jika sang bayi sudah menunjukkan tanda-tanda seperti itu, artinya ia sudah siap untuk diperkenalkan dengan makanan pertamanya. Namun, walaupun gejala tersebut sudah dapat kita lihat dengan cepat, di samping itu, penting sekali untuk diperhatikan oleh setiap orangtua agar sebaiknya memperkenalkan bayi dengan makanan lain selain ASI di waktu yang tepat. Karena jika diperkenalkan terlalu dini, resiko yang akan diterima, bayi akan berhenti menyusu terlalu dini, sehingga ia tidak mendapatkan manfaat dari ASI lagi. Sebaliknya, jika diperkenalkan terlalu lama bayi akan lebih sulit untuk menerima makanan padat, sehingga bisa kekurangan vitamin dan mineral yang ia butuhkan. Berikut beberapa tanda fisik yang terdapat pada bayi ketika sudah mulai siap untuk menerima makanan pertama di usia 6 bulan, sehingga sang bayipun dapat dikatakan sanggup untuk menerima makanan pendamping asi:

  • Refleks menjulurkan lidah sudah sangat berkurang, atau bahkan menghilang.
  • Mampu menahan kepala agar tetap tegak.
  • Duduk dengan sedikit bantuan atau tanpa bantuan sama sekali, dan mampu menjaga keseimbangan badan ketika tangannya berusaha meraih benda di dekatnya.
  • Perkembangan keterampilan yang semula hanya mampu mengisap dan menelan cairan saja, kini sudah mulai bisa mengunyah dan menelan makanan lain. Terutama makanan yang lebih kental dan padat, serta dapat memindahkan makanan dari bagian depan ke belakang mulut.
READ  Ciri dan gejala pada penderita degenerasi makula

Selain kita mengetahui tanda-tanda dari kesiapan sang bayi. Kita juga perlu memperhatikan tanda psikologis pada sang bayi. Diantaranya seperti menjadilebih mandiri dan berani untuk mencoba makanan baru. Ataupun mulai tertarik dan berusahan meniru kebiasaan makan orang-orang terdekatnya. Hal lainnya pun ketika sang bayi menunjukkan keinginannya terhadap makanan tersebut. misalnya, dengan membuka mulut, atau rasa kenyang dengan cara menarik tubuhnya dari makanan yang diberikan

 

Sumber: Hellosehat.com

[1] Sumber referensi Alodokter.com