Pencegahan dari infeksi cytomegalovirus

 

Cytomegalovirus adalah  virus yang telah menginfeksi jaringan tubuh yang dapat menimbulkan penyakit. Adanya infeksi umumnya tidak bahaya dan tidak memberikan gangguan kesehatan pada orang dewasa kemungkinan terlindungi dari sistem kekebalan tubuh yang dapat mengendalikan adanya terindeksi infeksi tersebut. Tetapi pada saat tubuh sudah terinfeksi, virus dapat bertahan hidup selamanya dalam tubuh penderita, dan permasalahan kesehatan pada penderita dengan daya tahan tubuh kurang, seperti pasien setelah  operasi organ atau penderita penyakit HIV/AIDS, dan juga bayi yang minum air susu ibu. Infeksi cytomegalovirus dapat ditularkan dengan melalui cairan pada tubuh, seperti air ludah, darah, atau bahkan urine.  Ini dapat memberikan pengaruh dalam penularan pada bayi yang  memberikan pengaruh dari bawaan lahir. Sudah beberapa kasus yang terjadi, perkiraan sudah mencapai 50 persen dari jumlah penduduk yang sudah pernah mengalami infeksi virus, di duga sebelum usianya mencapai 40 tahun. Tetapi kemungkinan infeksi virus tersebut dapat memberi pengaruh di semua usia. Kebanyakan dari penderita tidak  mengalami gejala yang terlihat namun diantara penderita, pada penderita yang telah terinfeksi virus dapat hidup selamanya dalam tubuh dan dapat di tularkan melalui cairan tubuh termasuk urine. Namun pada kasus tertentu, seperti ibu yang sedang mengandung terinfeksi jika sistem kekebalan tubuh mulai kurang dan akan menimbulkan masalah bagi janin dan terindikasi mempunyai infeksi bawaan lahir

READ  Cara mengetahui penyebab darah kental

Pada pencegahannya dokter akan melakukan transplantasi, isolasi, atau identifikasi terhadap virus tersebut akan tetapi  dengan cara tersebut, dokter tidak dapat membedakan lebih lanjut mengenai infeksi akut, infeksi kronis, maupun infeksi virus tidak aktif. Dokter akan memberikan tes untuk antibodi virus guna memperoleh data lebih pasti. Biasanya, titer immunoglobulin G anti-CMV akan ada  meningkat tetap setelah bertahun-tahun. Pada obat yang memiliki antibodi agar dapat digunakan untuk mendeteksi masa lama tidaknya infeksi pada tubuh. PCR adalah teknik sensitif dan dapat memeperoleh data yang spesifik untuk mendiagnosis infeksi  secara benar.

Penanganganan yang dilakukan antara lain:  Pemindaian dan rangkaian tes pada bayi, dilakukannya tes yang dapat digunakan agar dapat memberikan pemeriksaan terkait tertularnya infeksi yang mana akan menjadi penting apabila dilakukanya dalam waktu kehamilan. Pada ibu hamil memiliki kekebalan tubuh (antibodi) dengan probabilitas sangat minim untuk penyerangan yang dilakukan virus dan dapat memiliki resiko penularan pada janin yang di kandung Apabila ada tanda infeksi dapat terdeteksi ketika masa kehamilan, penderita harus dapat mempertimbangkan lagi perkara pemecahan air ketuban untuk menguji lebih lanjut perihal infeksi virus. Dokter akan mengambil sampel dari air ketuban agar dalat memperoleh data pada janin kemungkinan terinfeksi virus atau tidak. Pemeriksaan dan tes pada air ketuban akan memberikan peningkatan pada saat  terjadi permasalahan yang diakibatkan virus nantinya akan terlihat saat saat ultrasound.  Apabila terjadi gejala dan kemungkinan terindeksi virus bawaan lahir,  segera di bawa ke rumah sakit untuk dilakukannya tes pada bayi pada 3 minggu pertama setelah kelahiran. Lebih dari 3 minggu, hasil uji tidak akan dapat menetapkan adanya infeksi bawaan, dikarenakan kemungkinan bayi  dapat terinfeksi dari petugas medis atau terkena terkontaminasi dari  saudara atau bayi lain yang mempunyai infeksi. Kemudian pemindaian, akan menjadi bentuk kelainan pada sistem kekebalan tubuh yang memberikan kinerja sistem imun dalat melemah. Misalnya, apabila penderita terjangkit HIV/AIDS penderita akan membutuhkan saran dari dokter untuk dilakukannya pemindaian infeksi virus, dan apabila penderita tidak mempunyai infeksi aktif, penderita akan tetap diwajibkan agar dilakukannya pemeriksaan rutin untuk menangani komplikasi infeksi, seperti halnya dengan komplikasi pada penglihatan atau pun pendengaran. Harus tetap mewaspadai perihal gejala yang memberikan tanda secara terus menerus.

READ  Pengertian dan pencegahan pada darah kental

 

Referensi:

alodokter.com

hellosehat.com

klikdokter com

 

Referensi gambar:

mamaibabe.com